The Latest

Oct 3, 2016 / 2 notes

ak tak tau ak pernah memimpikan ini atau tidak sebelumnya, apa mungkin ak pernah berkhayal akan terjadi sebegitu mengharukannya. tapi yang jelas, ak hanya meluruskan niatku dan membesarkan hatiku untuk datang kerumah sakit menjenguknya dengan jutaan kekhawatiran yang kusimpan rapat-rapat. ak tak berharap bertemu siapapun, tapi bertemu tantenya di parkiran cukup membuat grogi dan salah tingkah. bertemu saudaranya cukup membuatku terintimidasi dengan sapaan bisu yang berbeda jauh dengan bangaimana dy menyapaku di media sosial. ak baru ini menemukan yang begini. ingin rasanya ak kasih kalimat pembuka, ini kesini bukan mauku dan bukan inisiatifku. ak diajak, dan kelian harus tau hukum menjenguk orang sakit dalam islam. udah itu aja. tapi apa daya, cuman bisa pasrah kalo akhirnya dicap ngarep ataupun caper. thats how society works. menuju kamar tempat dia di rawat, langkahku terhenti tepat di depan pintu. seketika kuatku hilang, ak tak seperti beberapa waktu yang lalu ketika bertemu dengannya, entah kemana semua rasa biasa saja yang mulai tersemai rapi, tapi yang jelas kali ini ak lemah. ternyata ini bukan tentang dy, ini tentang keluarganya yang pernah jadi keluargaku. terlalu banyak pikiran hingga kakiku terpaku. di dalam ruangan sedang bertanya-tanya ada siapa, lalu ibu keluar melihat siapa yang datang. seketika itu juga, tubuh ini dipeluk rapat tanpa sela. percayalah buk, yuni juga ingin memeluk ibu tanpa jeda. kami diam seribu bahasa saking banyaknya hal yang ingin kami sampaikan dengan nyata. ya, kami, 2 perempuan, anak dan ibunya meski bukan dari rahim yang sama tapi punya ikatan batin yang tidak biasa. pertemuan pertama setelah 2 tahun terpisah, lebih tepatnya dipisahkan oleh anaknya. kata-kata tak bisa mengungkapkan apa yang meledak di hati kami. “km kemana aja ibu kangen”, “yuni kangen buk”. lalu hening, hanya air mata yang menjadi bukti nyata betapa besarnya rindu kami sesungguhnya. saling menguatkan dalam tangis, kami saling menatap seolah sadar bahwa kami lelah luar biasa. siapa yang tega lihat ibumu menangis. “yuni yang sabar ya”, seketika merinding mendengarnya. yuni paham ibuk lelah, ibu jauh butuh sabar daripada yuni. “ibu harus lebih sabar buk”. beberapa menit berlalu, tak puas rasanya pelukan ini tak mau lepas. hati kami tak bisa berbohong, ada sesal atas perpisahan ini. mungkin orang lewat akan mikir kalo pasien di dalam barusan mati. selama apa pelukan sebagai penguatan kami rasanya tak cukup menjelaskan bagaimana sakitnya perpisahan dan beratnya menanggung ini semua sendiri-sendiri. ak tau ibu ingin menjelaskan lelahnya meski waktu tak mengijinkan kami berlama-lama. ibu menggandengku masuk bertemu semuanya. orang-orang yang sudah berusaha ak lupakan, orang-orang yang dengan besar hati ak coba memaafkan. setelah sekian lama, kami saling bertanya kabar seperti biasa, tanpa sebentarpun ak melepas tangan ibu. terlihat jelas bagaimana ibu masih berharap ak menjadi anak perempuannya. kepada semua temennya yang datang, ak kembali ingat bagaimana ibu selalu kenalkan ak sebagai anak perempuannya. terlihat jelas bagaimana ibu masih berusaha menghubungkan kami kembali. sedangkan kami, kami tak bisa bersuara, saling memandang dalam diam, saling menerka apa yang kami pikirkan. entahlah, tak seperti biasanya yang bisa asal jendul asal peluk asal ngomong. mungkin karena kali ini kami harus ber akting seperti tak pernah ada pertemuan diantara kami pasca putus dan tak pernah ada basa-basi untuk sekedar mengobati rindu. mereka tak pernah tau kami masih punya banyak ruang-ruang penuh canda dan pelukan-pelukan rindu yang menenangkan hati. kami masih saling bercerita dan berandai dalam heningnya malam. hanya kita yang tau.

sekali lagi ini bukan tentang dy, tapi tentang ibu. ga tega, ak menyayanginya melebihi sayangku pada anaknya. ak  lebih berat melepas ibuk dariapda anaknya. meninggalkannya seperti menyakiti hatinya, karena tak ada lagi telinga yang bisa meringankan resah hatinya. tangisan dalam telepon kala itu tanpa ak pernah bertanya kenapa, rasanya marah kenapa ak tak bisa membantunya. dalam keadaan serba tertekan, ak mencoba memahami bahwa tak ada yang tau bagaimana kisah kami. antara yuni ibu dan ayah. mereka tak paham bagaimana kita berusaha menutup semuanya seolah semua sempurna. mereka tak paham bagaimana kami berdarah-darah mengupayakan keadaan agar nampak baik-baik saja. hingga waktunya tiba, ak harus pergi. dan sekali lagi, kami kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan jangan pergi. hanya bisa bermanja-manja sebagai kode kami. kaki ini tak kuasa untuk meninggalkannya, hingga ayah sadar ada pelukan yang tak biasa diantara kami. hanya orang-orang yang bersih hatinya yang paham siapa kami dan bagaimana kedekatan kami. yuni memaafkan ayah, ibu dan semuanya. yuni sudah ikhlas. selalu kuat yah ibu. yuni sayang ibu apapun yang terjadi.

Pitstop
.
.
.
.
.πŸ“·@rizkybasnur
Aug 20, 2016

Pitstop
.
.
.
.

.📷@rizkybasnur

πŸ‘ΌπŸ‘»πŸ‘°
Aug 14, 2016

👼👻👰

What doesn’t kill you make stronger 😎😎
Aug 12, 2016

What doesn’t kill you make stronger 😎😎

Selamat menikah @adilanh sayang 😘😘😘
Aug 7, 2016

Selamat menikah @adilanh sayang 😘😘😘

Untuk siapapun yang sedang berhijrah dijalan Allah, jangan pernah takut jika ada yang menjauhimu atau menghinamu karena percayalah Allah sedang menyeleksi orang-orang pilihannya untuk menemani jalanmu.
Aug 5, 2016

Untuk siapapun yang sedang berhijrah dijalan Allah, jangan pernah takut jika ada yang menjauhimu atau menghinamu karena percayalah Allah sedang menyeleksi orang-orang pilihannya untuk menemani jalanmu.

Kalo kamu punya Allah, kamu punya segalanya.
Check @hy.forsyari for detail πŸ˜ƒ
Aug 3, 2016

Kalo kamu punya Allah, kamu punya segalanya.
Check @hy.forsyari for detail 😃

Quran 2:2 - Kitab ini tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Aug 1, 2016

Quran 2:2 - Kitab ini tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

😘
Jul 12, 2016

😘

Selamat lebaran gaes 🐼🐼🐼
Jul 6, 2016

Selamat lebaran gaes 🐼🐼🐼

Ga perlu foto before after, uda tau lah ya kita dulu gimana. Pernah jaya pada masanya, semoga sukses di jalan kita masing2 ya gaes πŸ˜˜πŸ’œ (at GSG Univ Airlangga)
Jul 4, 2016

Ga perlu foto before after, uda tau lah ya kita dulu gimana. Pernah jaya pada masanya, semoga sukses di jalan kita masing2 ya gaes 😘💜 (at GSG Univ Airlangga)

Never ending sospel πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ
Jul 2, 2016

Never ending sospel 💜💜💜💜💜💜💜

Long long way to go #ravensburger #puzzle
Jun 30, 2016

Long long way to go #ravensburger #puzzle

Kata Sherina, setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati tapi hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan 😊😊😊
Jun 28, 2016

Kata Sherina, setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati tapi hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan 😊😊😊

When the only choice you have is being strong, Allah guide you home for a peace πŸ˜‡
Jun 25, 2016

When the only choice you have is being strong, Allah guide you home for a peace 😇